Sunday, January 27, 2013

Jaringan Komputer


By Ki Grinsing

Apa itu jaringan komputer?

Apa itu jaringan computer, bagaimana membangunnya, apakah membangun sendiri atau perlu jasa instalasi jaringan dan apa saja yang perlu diketahui?

Secara sederhana definisi dari jaringan computer adalah sekumpulan computer yang terhubung satu sama lain baik lewat kabel jaringanmaupun medium udara atau gelombang radio. Hal ini dimaksudkan agar kesemua computer yang saling terhubung tersebut bisa saling berkomunikasi dalam batasan-batasan keamanan yang di terapkan. Dengan demikian maka dimungkinkan untuk bisa saling berbagi atau sharing documents, printer, dan segala bentuk sumber daya lainnya.


Jaringan dalam sebuah komputer

Sebuah komputer itu sendiri pada dasarnya adalah suatu jaringan dimana semua komponen yang membentuk suatu computer itu saling berkomunikasi melalui jalur bus didalamnya. Antara CPU (central processing unit – otak dari suatu computer), ROM (read only memory – memory baca saja berisi bahasa mesin), RAM (random access memory – memory penyimpan sementara untuk processing), dan semua elemen pendukungnya saling berkomunikasi untuk melaksanakan tugasnya masing-masing untuk menyelesaikan suatu tugas prosessing yang termasuk diantaranya adalah menjalankan perintah yang diketik melalui keyboard, memproses aplikasi software yang sedang dijalankan, atau membantu proses transmisi data melalui adapter jaringan (NIC) lewat media transmisi untuk menuju computer tujuan.


Jaringan dua komputer back-to-back

Dua buah computer yang dilengkapi dengan NIC (network interface card) adapter yang dihubungkan satu sama lain melalui kabel jaringan adalah suatu jaringan computer dan bisa saling berkomunikasi. Biasanya konfigurasi seperti ini dilakukan untuk melakukan backup data dari satu PC ke PC lainnya sebelum PC tersebut diupgrade atau di install ulang OS (operating system) nya. Ini adalah cara klasik untuk backup data dari satu PC ke PC lainnya. Semua orang bisa melakukannya, tidak perlu jasa seorang ahli jaringan computer. Sekarang backup data banyak menggunakan hard disk external melalui koneksi port USB.

Dua buah handphone yang dilengkapi dengan Bluetooth dan saling didekatkan untuk melakukan transfer lagu, video atau gambar pada dasarnya adalah jaringan computer juga. Handphone canggih dan gadget lainnya adalah piranti berkomputer dalam bentuk mini apalagi sekarang tablet computer yang bersifat mobile, compact dan ringan mulai sangat luas dipakai. Sebut saja iPad dan beberapa jenis tablet computer sejenisnya, sedang computer sekarang sudah dikemas dalam satu perangkat yang disebut All-in-one Computer. Gambar 1 menunjukkan diagram dua PC yang terhubung menggunakan kabel jaringan dan dua telpon cellular yang terhubung lewat komunikasi Bluetooth.

Gb. 1 Jaringan antar dua PC atau antar dua telpon genggam



Jaringan komputer dengan switch

Jaringan dari dua computer atau lebih bisa dibuat dengan menggunakan sebuah Ethernet switch. Banyak dijual dipasaran Ethernet switch yang berisi beberapa port (RJ-45) bisa 8 port, 12, 16, 24 atau 48 port. Jaringan dengan switch ini dengan beberapa koneksi computer merupakan jaringan local atau lazim disebut jaringan LAN (local area network). Jaringan LAN menghubungkan beberapa computer, switch, printer dan perangkat jaringan lainnya dengan menggunakan kabel jaringan dengan technology Ethernet.



Gb. 2 Jaringan computer dengan switch

Gb. 2 menunjukkan diagram koneksi tiga computer yang terhubung dengan Ethernet switch dengan menggunakan kabel jaringan UTP. Jaringan dengan switch ini tidak terhubung dengan dunia luar (Internet), hanya local saja.


Koneksi ke Internet

Bagaimana jika ingin berhubungan dengan dunia luar (Internet)? Untuk bisa berhubungan dunia luar pada umumnya perlu berlangganan koneksi broadband internet melalui penyedia jasa layanan internet (ISP) misal lewat Speedy Telkom. Perangkat selanjutnya adalah sebuah modem (dan router). Modem ini adalah perangkat penghubung antara pelanggan dengan kantor pusat ISP melalui kabel jaringan telpon atau jaringan fiber optic.


Koneksi internet dengan Switch dan modem

Dengan adanya koneksi internet, pada dasarnya jaringan computer ini tidak lagi local (LAN – local area network) akan tetapi sudah terhubung dengan jaringan WAN (wide area network) alias terhubung dengan jaringan global. Karena dengan adanya koneksi WAN ini kita bisa berkomunikasi keseluruh dunia lewat email, bertukar dan berbagi data, streaming video dari internet, komunikasi suara lewat internet, ikut berpartisipasi dalam konferensi video atau ikut webinar dll. Untuk jaringan computer skala bisnis dengan banyak resource jaringan, tentunya anda memerlukan tenaga IT untuk membangunnya atau membayar jasa konsultan.

Gambar 3 adalah diagram koneksi beberapa computer dengan Ethernet switch dan sebuah modem-router dari ISP.



Gb. 3 Jaringan local dengan koneksi internet


Koneksi internet dengan wireless gateway

Pada umumnya perangkat modem banyak yang terintegrasi dengan wireless Access Point atau umumnya disebut perangkat wireless gateway. Gambar berikut ini adalah diagram jaringan computer dengan menggunakan wireless router gateway. Dengan adanya jaringan wireless gateway, jaringan local kita menjadi jaringan wireless atau lazim disebut jaringan Wi-Fi (wireless fidelity).

Gb. 4 Jaringan computer Wi-Fi dengan wireless gateway

Dengan jaringan wireless / Wi-Fi maka beberapa perangkat mobile seperti laptop, smart-phone, iPad ataupun computer Tablet lainnya bisa berkomunikasi atau terhubung kepada jaringan tanpa kabel. Bahkan dengan menambahkan wireless print-server pada printer, kita bisa mengakses printer secara wireless dan bisa meletakkan printer ditempat yang aman dan mudah terjangkau tanpa harus terhubung ke jaringan dengan menggunakan kabel.


Koneksi internet dengan Cellular

Koneksi ke internet tidak hanya lewat jaringan kabel broadband, bisa juga menggunakan jaringan wireless cellular. Penyedia jasa jaringan cellular dengan technology 3G atau 4G sekarang ini tidak hanya menyediakan layanan voice saja akan tetapi juga layanan data internet. Telpon genggam sekarang ini sudah bisa sekaligus digunakan untuk mengakses internet. Apakah kita bisa juga berbagi jaringan internet 3G ini dengan beberapa piranti mobile lainnya atau laptop dan computer. Tentu saja, ada banyak wireless router sekarang ini yang dirancang khusus untuk berbagi internet dengan menggunakan internet 3G.

Gb. 5 Jaringan computer dengan 3G router

Gambar 5 diatas menunjukkan diagram jaringan computer dengan berbagi internet cellular (3G) dengan menggunakan wireless router 3G. Umumnya 3G router mempunyai port USB untuk menyisipkan modem cellular USB sehingga satu account 3G bisa digunakan bersama-sama untuk mengakses cellular internet. Layaknya seperti wireless router biasa, semua piranti mobile seperti laptop, tablet computer dan smart-phone lainnya bisa berbagi internet lewat jaringan Wi-Fi ini.


Jaringan business atau corporate

Kantor-kantor atau korporasi-korporasi sekarang ini sudah pasti membangun jaringan LAN sendiri untuk menunjang produktifitas dan kebutuhan akan computer processing diantaranya untuk menunjang applikasi database perusahaan misal applikasi database finance, ataupun aplikasi database yang bersifat modular yang memadukan modul-modul finance, maintenance, material, marketing dll yang biasa disebut ERP (Enterprise resource planning). ERP banyak dipakai pada jaringan perusahaan yang berskala besar atau jaringan enterprise yang mempunyai jaringan-jaringan LAN tersebar diberbagai lokasi baik di satu Negara ataupun lintas Negara. Umumnya semua jaringan-jaringan LAN tersebut di integrasikan menjadi satu jaringan enterprise dengan koneksi antar jaringan LAN mereka dengan koneksi WAN (wide area network). Jaringan computer skala bisnis memang kompleks, makanya diperlukan banyak engineer jaringan dan bahkan memerlukan jasa konsultan untuk membangunnya.


Layanan teknology WAN

Untuk koneksi WAN kita bisa bekerja sama dengan jasa penyedia layanan koneksi WAN dengan technology WAN yang mereka sediakan misal menggunakan leased line, frame relay ataupun broadband internet lainnya. Dengan jaringan enterprise antar LAN, suatu enterprise bisa menggunakan satu database tunggal yang sama yang selalu up to date dan bisa diakses oleh seluruh user pada jaringan enterprise mereka, tentunya dengan batasan-batasan tertentu. Hal ini untuk menghindari akses database yang berbeda oleh kantor cabang dengan database yang terupdate di kantor pusat. Komunikasi lewat jaringan internal antara kantor pusat dan cabang menjadi lebih aman dan cepat.


Kebutuhan VPN

Adakalanya bahwa dalam suatu jaringan perusahaan kemudahan untuk mengakses jaringan perusahaan tidak hanya terbatas pada saat user berada pada lokasi perusahaan. Bahkan akses untuk itu bisa dibuka agar kemudahan untuk bisa mengakses data perusahaan bisa dilakukan disaat user berada jauh dari lokasi LAN perusahaan. Koneksi ini biasa dilakukan lewat jaringan internet dengan membuat suatu tunnel yang aman dengan technology VPN (virtual private network). bahkan technology VPN ini biasa dipakai untuk menghubungkan antar site tentunya dengan biaya yang lebih murah.


Ancaman bahaya internet

Suatu jaringan korporasi tentunya menyimpan semua informasi di dalam storage-storage data yang disimpan di lokasi jaringan internal. Informasi adalah suatu asset perusahaan yang juga perlu mendapatkan perlindungan dari segala ancaman bahaya atas pencurian data baik ancaman dari luar (Internet) maupun dari dalam. Untuk itu suatu jaringan harus diberikan perlindungan maksimal terhadap segala ancaman bahaya.

Pada prinsipnya ada dua macam ancaman bahaya terhadap jaringan kita termasuk asset informasi yang ada dalam jaringan yaitu ancaman dari Internet dan ancaman dari internal sendiri. Ancaman bahaya dari internet umumnya jaringan internal dilengkapi dengan sebuah firewall di setiap titik masuk internet. Tidak cukup hanya dengan firewall, dari internal jaringan pun diberikan perlindungan terhadap segala macam serangan virus yang datang dari internet. Firewall standard tidak semata-mata bisa memberikan perlindungan total terhadap jaringan internal. Virus juga menjadi musuh utama dan ancaman terhadap asset informasi perusahaan.

Ancaman virus


Virus menyerang setiap titik kelemahan yang terdapat dalam system jaringan. Untuk itu system manajemen patch dari OS (Windows dan sejenisnya) juga perlu diimplementasikan untuk menutup segala macam titik kelemahan jaringan. Disamping itu juga, system manajemen virus perlu juga di implementasikan.


Strategy backup restore

Disamping itu, informasi yang disimpan dalam system jaringan pun juga perlu mendapatkan perlindungan in case suatu saat terjadi suatu bencana, maka informasi tersebut masih bisa diselamatkan atau dikembalikan seperti semula walau system infrastructure jaringan hancur. Untuk itulah strategi backup restore yang rapi perlu juga di implemantasikan, agar suatu saat terjadi kerusakan atau kehilangan akan bisa dikembalikan

source : http://www.sysneta.com/jaringan-komputer

Tuesday, October 30, 2012

Pemprogram Arduino Basic

video

Deskripsi :
Pemprograman 4 buah LED dengan menggunakan 3 pola nyala LED , Pola 1 ketika pushbutton 1 ditekan , Pola 2 ketika pushbutton 2 ditekan dan Pola 3 saat kondisi yang lain.

The Sketch Code :

/*
========================================================
Program 4 LED dengan 2 Pushbutton
Tugas matakuliah Mekatronika
Univ. Mercubuana Jakarta
Selasa , 30 Oktober 2012
Oleh Edward Hiskia
========================================================
*/


int led1 = 10;
int led2 = 11;
int led3 = 12;
int led4 = 13;
int button1 = 7;
int button2 = 6;
int state1 = 0;
int state2 = 0;

#define speed1 75
#define speed2 50

void setup()
{
  pinMode(led1, OUTPUT);
  pinMode(led2, OUTPUT);
  pinMode(led3, OUTPUT);
  pinMode(led4, OUTPUT);
  pinMode(button1, INPUT);
  pinMode(button2, INPUT);
  Serial.begin(9600);
}

void pola1_1()
{
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
}

void pola1_2()
{
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2); 
}

void pola1_3()
{
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
}

void pola1_4()
{
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
}

void pola1()
{
  for(int i=0;i<10;i++)
  {
    pola1_1();
    pola1_2();
    pola1_3();
    pola1_4();
  }
}

void pola2()
{
  for(int i=0;i<10;i++)
  {
    digitalWrite(led1, LOW);
    digitalWrite(led2, HIGH);
    digitalWrite(led3, HIGH);
    digitalWrite(led4, HIGH);
    delay(speed1);
    digitalWrite(led1, HIGH);
    digitalWrite(led2, LOW);
    digitalWrite(led3, HIGH);
    digitalWrite(led4, HIGH);
    delay(speed1);
    digitalWrite(led1, HIGH);
    digitalWrite(led2, HIGH);
    digitalWrite(led3, LOW);
    digitalWrite(led4, HIGH);
    delay(speed1);
    digitalWrite(led1, HIGH);
    digitalWrite(led2, HIGH);
    digitalWrite(led3, HIGH);
    digitalWrite(led4, LOW);
    delay(speed1);
    digitalWrite(led1, HIGH);
    digitalWrite(led2, HIGH);
    digitalWrite(led3, HIGH);
    digitalWrite(led4, LOW);
    delay(speed1);
    digitalWrite(led1, HIGH);
    digitalWrite(led2, HIGH);
    digitalWrite(led3, LOW);
    digitalWrite(led4, HIGH);
    delay(speed1);
    digitalWrite(led1, HIGH);
    digitalWrite(led2, LOW);
    digitalWrite(led3, HIGH);
    digitalWrite(led4, HIGH);
    delay(speed1);
    digitalWrite(led1, LOW);
    digitalWrite(led2, HIGH);
    digitalWrite(led3, HIGH);
    digitalWrite(led4, HIGH);
    delay(speed1);
   }
}

void pola3()
{
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed1);
}

void loop()
{
  state1 = digitalRead(button1);
  state2 = digitalRead(button2);
 
  if (state1 == HIGH)
    {
      pola2();
      delay(10);
    }
   
  if (state2 == HIGH)
    {
      pola1();
      delay(10);
    }
  
  else
    {
      pola3();
    }  

}

Thursday, October 11, 2012

[Arduino] Pemprograman 4 buah LED dan 1 Push Button






Rangkaian pengganti Arduino dengan Proteus

   

The Sketch Code

/*
========================================================
Program 4 LED dengan 1 Pushbutton
Tugas matakuliah Mekatronika
Univ. Mercubuana Jakarta
Kamis , 11 Oktober 2012
Oleh Edward Hiskia
========================================================
*/

 
int led1 = 10;
int led2 = 11;
int led3 = 12;
int led4 = 13;
int button = 2;
int state = 0;

#define speed1 75
#define speed2 50

void setup()
{
  pinMode(led1, OUTPUT);
  pinMode(led2, OUTPUT);
  pinMode(led3, OUTPUT);
  pinMode(led4, OUTPUT);
  pinMode(button, INPUT);
}

void pola1_1()
{
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
}

void pola1_2()
{
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2); 
}

void pola1_3()
{
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed2);
}

void pola1_4()
{
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed2);
}

void pola1()
{
  pola1_1();
  pola1_2();
  pola1_3();
  pola1_4();
}

void pola2()
{
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, LOW);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, LOW);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, HIGH);
  digitalWrite(led2, LOW);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed1);
  digitalWrite(led1, LOW);
  digitalWrite(led2, HIGH);
  digitalWrite(led3, HIGH);
  digitalWrite(led4, HIGH);
  delay(speed1);
}

void loop()
{
  state = digitalRead(button);
  if (state == HIGH)
  {
    pola2();
  }
  else
  {
    pola1();
  }
}


Simulasi dengan Proteus

Wednesday, October 3, 2012

Robot “Ular” untuk Operasi Kanker

Para peneliti berhasil mengembangkan robot berbentuk ular berukuran 30 cm yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengangkat tumor secara lebih efektif. Robot medis yang dioperasikan oleh dokter bedah ini dirancang untuk bisa masuk ke bagian tubuh yang selama ini sulit dilakukan para dokter.


Alat mekanis ini termasuk salah satu terobosan teknologi pengobatan kanker yang dipamerkan dalam Konferensi Internasional untuk Teknologi Onkologi di Universitas Leeds, Inggris. Perancang robot ini, OC Robotics yang bermarkas di Bristol, menyatakan yakin begitu disepakati, alat ini dapat membantu mengangkat tumor pasien.

Walaupun masih dalam tahap awal, Safia Danovi dari badan penelitian Cancer Research UK mengatakan inovasi dan penelitian sangat penting untuk menangani penyakit ini.

“Pembedahan merupakan perawatan penting untuk kanker jadi teknologi baru agar deteksi lebih efektif juga sangat penting,” kata Danovi.
“Berkat penelitian, inovasi seperti pembedahan dengan hanya membuat lubang kecil dan juga penggunaan robot membantu perawatan pasien kanker dan kecenderungan seperti ini terus berlanjut,” tambahnya.

Robot bedah Da Vinci
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengatakan kanker menyebabkan kematian sekitar 13% setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian pengobatan kanker tidak memerlukan pembedahan namun para dokter masih perlu meneliti organ tubuh secara lebih mendalam.

Robot berbentuk ular ini dapat dioperasikan tanpa pembedahan besar dan hanya perlu lubang kecil, kata Rob Buckingham, direktur OC Robotics. Dengan menggunakan robot ini, seorang dokter bedah dapat meneliti tubuh pasien dengan menggunakan kamera dan peralatan dalam robot yang sangat sensitif, tambahnya.

Robot medis ini dapat melengkapi sistem pembedahan robot yang telah digunakan dalam sepuluh tahun terakhir – mesin Da Vinci- yang dikembangkan perusahaan Amerika Intuitive Surgical. Mesin ini berukuran seperti manusia dengan “empat tangan” dan dilengkapi dengan alat penjepit.
Robot ini tidak dapat digunakan sebagai alat utama pembedahan namun membantu para dokter melakukan operasi yang rumit.


Sumber : 
http://health.kompas.com/read/2012/09/24/13551030/Robot.Ular.untuk.Operasi.Kanker

Saturday, September 15, 2012

Cara Kerja Vacuum Cleaner

Vacuum cleaner (alat penyedot debu) mungkin tidak asing lagi bagi kita. Bila karpet atau sofa anda kotor alat penyedot debu ini merupakan pilihan yang tepat untuk membersihkannya.

Cara kerja dari vacuum cleaner ini dengan cara memanfaatkan perbedaan tekanan. Fan (kipas) akan mengurangi tekanan didalam vacuum cleaner sehingga terjadi vacuum (ruang hampa). Tekanan Atmosfir akan mendorong udara luar kedalam vacuum cleaner sehingga debu akan ikut terhisap masuk kedalam kantong debu didalam vacuum cleaner.


Debu dan udara yang terhisap melalui penyedot (intake port) melewati penyaring (filter). Debu ditampung di kantong debu (dust bag) dan udara dibuang dalam keadaan bersih ke atmosfir setelah melewati penyaring

Komponen – komponen utama vacuum cleaner adalah penyedot (intake port), saluran keluar (exhaust port), motor listrik, kantong debu (dust bag).



Penyedot merupakan bagian yang akan kita bersihkan atau tempat debu dihisap ke vacuum cleaner.
Salauran keluar merupakan tempat udara yang dihisap keluar keatmosfir setelah dibersihkan melalui penyaring. Sedangkan debu ditampung dalam kantong debu.

Motor listrik berfungsi untuk memutar kipas (fan). Perputaran fan ini yang mengakibatkan penurunan tekanan didalam vacuum cleaner (ruang hampa) sehingga debu terhisap.
(http://home.howstuffworks.com/vacuum-cleaner.htm/printable)

Untuk menyempurnakan Alat ini, sudah lebih dari 5000 prototipe yang sudah diuji coba hingga terciptalah teknologi baru yaitu Cyclonic Vacuum Cleaner



Source : How Cool Stuff Works

Review the Product

 


Tuesday, June 26, 2012

Merancang Inverted F Antenna (IFA) 3Ghz




Saya membuat antena ini untuk tugas Antena dan Propagasi 
Score tugasnya 40% gan , hehe
Okay langsung aja ...
  
Inverted F Antenna adalah

Antena monopole, yang dibengkokkan horizontal untuk mengurangi tingginya dan tetap mempertahankan efisiensi radiasi tinggi dan sebuah kawat jumper ditambahkan untuk mencapai kecocokan impedansi

Perancangan
Dalam perancangan saya menggunakan software Antena Magus

Parameter D saya tetapkan 1 mm meter sesuai dengan bahan yang tersedia , saya menggunakan kawat pada kabel RG8 dengan diameter 1 mm .

Parameter L, H dan S yang ambil bilangan bulat .

Hasil Simulasi




Hasil Pengukuran



Terdapat Perbedaan antara Simulasi dan Pengukuran , yaitu :
  • Dalam Simulasi saya mendapat Faktor Refleksi -19.42 dB @ 3.023 Ghz tetapi dalam Pengukuran saya mendapat Faktor Refleksi -29.26 dB @ 3.277 Ghz
  • Dalam Simulasi saya mendapat VSWR 1.239 tetapi dalam Pengukuran saya mendapat VSWR 1.07
Hal ini terjadi ternyata karena saya memberi Feed pada tungkai ujung yang seharusnya diberikan pada tungkai tengah  (perhatikan kedua gambar yang paling atas)

Kesimpulan



IFA dapat di feed di salah satu dari dua tempat yang tersedia, dimana yang seharusnya di feed di bagian tungkai tengah, feed dibagian  Tungkai ujung menghasilkan perbedaan :
  • Frekuensi bergeser ke kanan
  • Bandwidth mengecil
  • Faktor Refleksi Meningkat  
  • VSWR Menurun